Rabu, 20 Februari 2013

Pengertian Variabel Kontinu

Variabel adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang dapat diukur dan juga dapat bervariasi. Kebalikan dari variabel adalah konstan. Sebuah konstanta adalah kuantitas yang tidak berubah dalam konteks tertentu. Dalam percobaan ilmiah, variabel yang digunakan sebagai cara untuk mengelompokkan data bersama-sama. Variabel dapat dikelompokkan baik sebagai variabel diskrit atau kontinu.

Umumnya, variabel adalah karakteristik dari sekelompok objek atau peristiwa yang dapat diukur atas sejumlah nilai-nilai numerik yang berbeda. Variabel diskrit hanya dapat memiliki sejumlah nilai yang berbeda antara dua titik yang diberikan. Sebagai contoh, dalam keluarga, bisa ada satu, dua, atau tiga anak, namun tidak mungkin ada skala kontinu dari 1,1, 1,5, atau 1,75 anak.

Variabel kontinyu dapat memiliki jumlah tak terbatas nilai yang berbeda antara dua titik yang diberikan. Seperti ditunjukkan di atas, tidak mungkin ada skala kontinu anak-anak dalam keluarga. Jika tinggi badan sedang diukur sekalipun, variabel akan terus menerus ada karena jumlah yang tidak terbatas dan kemungkinan jika hanya melihat antara 1 dan 1,1 meter.

Penting untuk diingat bahwa variabel diskrit dan kontinu dikelompokkan berdasarkan skala yang digunakan untuk mengukur apa yang sedang diukur. Dalam percobaan paling ilmiah, yaitu skala diskrit digunakan untuk mengukur kedua variabel diskrit dan kontinu. Karena ada jumlah tak terbatas dan berarti pengukuran variabel kontinu sering dibulatkan untuk membuat data lebih mudah.

Kedua variabel diskrit dan kontinu dapat diambil dari salah satu dari dua peran dalam percobaan ilmiah. Selama percobaan, para ilmuwan sering ingin mengamati hasil dari perubahan satu variabel. Hanya satu variabel yang sering berubah, karena akan sulit untuk menentukan apa yang menyebabkan respon relevan jika beberapa variabel yang dipengaruhi.

Variabel yang dimanipulasi oleh ilmuwan adalah variabel independen, sedangkan variabel terikat adalah salah satu yang merespon perubahan. Dengan kata lain, respon dari satu variabel tergantung pada perubahan variabel lainnya.

Jika tidak ada perubahan awalnya untuk salah satu variabel, maka tidak akan ada respon oleh variabel dependen.
Sebagai contoh, selama percobaan, jumlah cahaya yang menyinari tanaman berubah. Jumlah cahaya akan menjadi variabel independen. Untuk membuat pengukuran yang dapat diulang, variabel independennya kemungkinan diubah menjadi variabel diskrit, seperti satu jam, dua jam, atau tiga jam cahaya.

Respon tanaman menunjukkan berapa banyak yang tumbuh dan menjadi variabel dependen. Sebagai jumlah tanaman tumbuh dapat menjadi jumlah tak terbatas hasil, itu adalah variabel dependen kontinyu.

Sumber : http://id.shvoong.com/exact-sciences/engineering/2346847-pengertian-variabel-kontinu/http://id.shvoong.com/exact-sciences/engineering/2346847-pengertian-variabel-kontinu/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar